Iklan

.

5 Hektar Sawah di Tiroang Pinrang Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen dan Soroti Keterlambatan Pembukaan Pintu Air

radarmenit.com
Kamis, 14 Mei 2026 | Mei 14, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T04:15:21Z


PINRANG –
Sekitar lima hektar sawah padi milik petani di Lingkungan Libukang, Jalan Lasoda, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, terancam gagal panen akibat banjir yang merendam area persawahan sejak Rabu sore, 15 Mei 2026.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut mulai pukul 15.00 WITA. Namun, para petani menduga genangan air semakin parah akibat keterlambatan petugas membuka pintu utama aliran air di Pintu Air Tonrosaddang, Jalan Ujung.

Menurut warga, pintu air baru dibuka pada Kamis subuh saat air sudah lebih dulu meluap dan menggenangi sawah yang masa panennya tinggal hitungan hari.

“Ini bukan kali pertama. Sudah sering terjadi. Yang paling parah, ada ucapan oknum petugas yang bilang, ‘kasihmi saya di sini, sawa saya kelola dan saya mainkan airnya’,” ungkap salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan dokumentasi yang diambil pada Jumat pagi, 15 Mei 2026 pukul 07.31 WITA, genangan air masih terlihat merendam tanaman padi di titik koordinat -3.784691, 119.706376, tepatnya di Jalan Libukang, Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang.

Para petani mengaku kecewa karena kondisi tersebut dinilai dapat dicegah apabila pengelolaan pintu air dilakukan lebih cepat dan responsif saat curah hujan tinggi terjadi.

Mewakili petani di wilayah tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait, di antaranya meminta Dinas PUPR serta BBWS Pompengan Jeneberang segera melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas pintu air di wilayah Tiroang.

Petani juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Pinrang menindak tegas apabila ditemukan adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan sistem irigasi yang menyebabkan kerugian petani.

Selain itu, mereka berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan serta kompensasi kepada petani yang terancam mengalami gagal panen akibat banjir tersebut.

“Kami mendesak adanya sistem piket 24 jam dan SOP cepat tanggap di musim hujan. Jangan sampai jerih payah petani selama empat bulan sia-sia hanya karena pintu air terlambat dibuka,” tegas warga.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 5 Hektar Sawah di Tiroang Pinrang Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen dan Soroti Keterlambatan Pembukaan Pintu Air

Trending Now